Tuan Mustafa berjalan menuju ke gelapan yang hening, lalu mengucapkan salam pada Tuan Fatah, “Assalamu alaikum, sepertinya kita ditakdirkan oleh Allah untuk bertemu kembali.”, “wa alaikum salam, yah dan sepertinya tatapanmu melambangkan sesuatu yang dalam Tuan Mustafa.” Dengan pandangan yang tenang Tuan Fatah membalas salam dari Tuan Mustafa.
“Bagaimana kalau kita keluar sebentar, aku tahu sebuah restoran yang terkenal di sekitar sini.“, Ucap Tuan Mustafa.”Tentu saja”, Kata Tuan Fatah menyetujui tawaran tersebut.
“Tuan Fatah, jika boleh saya ingin mengetahui maksud kedatangan anda ke acara tersebut ?”, Kata-kata tersebut keluar dari mulut Tuan Mustafa.” Oh.. hal tersebut, kebetulan saya dan Miss Fernandez adalah teman lama – awalnya ketika saya dan Miss Fernandez bertemu di Moskow dan kemudian beginilah jadinya.”, Jawab Tuan Fatah singkat.
Tuan Mustafa masih terus memikirkan kejadian yang baru terjadi di acara Miss Fernandez, terjadi keheningan yang cukup panjang , lalu Tuan Fatah kembali membuka pembicaraan “Sepertinya Anda sedang memikirkan sesuatu yang cukup pelik.”, ucapan Tuan Fatah membongkar lamunan Tuan Mustafa “Ah.. iya, sku sedang memikirkan masalah yang terjadi di rumah Miss Fernandez.”, jawab Tuan Mustafa sambil mengernyitkan dahinya.
Sambil melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan waktu pukul 00:30, Tuan Fatah kemudian beranjak dari kursinya ”Sepertinya waktu sudah cukup larut dan sepertinya saya sudah harus pulang – kadang drama yang besar memiliki pembukaan yang besar juga saudara ku.”,setelah berjabat tangan Tuan Fatah kemudian hilang dalam hiruk pikuk orang di dalam restoran tersebut. Sambil melepas kepergian Tuan Fatah, dengan tatapan penuh keheranan Tuan Mustafa masih berpikir tentang ucapan Tuan Fatah.
Dua hari berlalu sejak kasus tersebut dan Smary terlihat sangat terpukul oleh kasus tersebut. Miss Fernandez menyuruh Tuan Mustafa untuk tinggal lebih lama bersama mereka karena satu dan lain hal. Waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam miss Fernandez menyuruh Tuan Mustafa untuk pergi ke kamarnya, “Mustafa, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan dengan mu – kau tentunya sudah tahu bahwa selama ini aku hidup sendiri dan Smary adalah satu-satunya orang yang menemaniku.”, Miss Fernandez berhenti sejenak dan menatap Tuan Mustafa yang memberikan anggukan kecil tanda bahwa dia mengerti, “Dan aku akan melakukan apapun untuk membuat Smary tetap berada di sisiku, maka akupun membuat kasus pencurian tersebut dan memastikan tersengka utama adalah perempuan tersebut.”, lanjut Miss Fernandez yang seketika mengubah raut wajah Tuan Mustafa “jadi ?”, Tuan Mustafa berkata dengan penuh keterkejutan, “ya.. aku sengaja memberi tahu mua agar kau tidak terlalu turut campur dalam masalah ini – tentunya aku tahu kau mengerti keadaan ku, kau satu-satunya orang yang aku percaya – aku juga telah memberitahukan hal ini kepada Smary dan dia terlihat cukup mengerti dan menerimanya.”, ucap Miss Fernandez memtuskan keterkajutan Tuan Mustafa.
Hari itu adalah hari ke-5 Tuan Mustafa tinggal di kediaman Miss Fernandez dan cuaca terasa sangat panas apalagi di ruang Miss Fernandez yang kurang memiliki ventilasi sebagai lalu lintas udara, penyebabnya karena Miss Fernandez menggunakan pendingin ruangan A.C.(Air Conditioner), tapi hari itu A.C. di kamar Miss Fernandez mengalami kerusakan sehingga saat ini sedang diperbaiki oleh Smary, karena dia adalah seorang yang memiliki pengalaman bergelut dengan mesin, setelah lebih dari 6 jam Smary mengutak-atik mesin tersebut akhirnya dia pun telah meletakkan A.C tersebut di tempatnya dan berpesan agar A.C. tersebut jangan langsung dipakai dan beru bias dioperasikan besok hari.
Tuan Mustafa akhir-akhir ini selalu memperhatikan Smary “orang yang tegar “ pikir Tuan Mustafa – Tuan Mustafa kemudian berjalan menuju belakang rumah sambil menepuk belakang Smary yang sedang termenung menatap rembulan ditemani sebotol red wine, dua buah roti Perancis dan semangkuk Cheese Founde yang masih panas, Smary cukup terkejut dengan kedatangan Tuan Mustafa, kemudian dengan tenang ia mempersilahkan Tuan Mustafa duduk dan menuangkan red wine ke gelas Tuan Mustafa, “maaf, Islam melarang kami mengkonsumsi hal seperti ini.”, ucap Tuan Mustafa sambil menunjuk kea rah red wine yang baru dituangkan Smary, “oh.. Maaf saya tidak tahu, bagaimana kalau segelas kopi Turki Hangat ?” , Smary berucap dengan nada penyesalan dan dibalas dengan anggukan oleh Tuan Mustafa tanda ia menyetujui ide Smary.
“kau terlihat cukup kuat menghadapi kenyataan yang ada.”, Tuan Mustafa membuka pembicaraan mereka., “ah.. sudah sewajarnya dia adalah ibuku dan telah mengurusku hingga aku besar, tapi sudahlah mari kita bicarakan hal lain saja.”, jawab Smary, “tentu saja, mari bicarakan tentang pengalamanmu selama di AD.”, lanjut Tuan Mustafa – Smary melanjutkan pembicaraan tentang dirinya yang mengurus bidang penemuan dan pengembangan senjata, berbagai jenis senjata yang dimiliki oleh AD dan senjata temuan terbaru berupa gas beracun yang akan bekerja pada suhu di bawah 20º C. “orang yang cerdas, tapi dia tidak memiliki keberuntungan.”, pikir Tuan Mustafa – malam semakin larut dan akhirnya memutuskan mereka untuk mengakhiri pembicaraan mereka.
Hari itu pikiran Tuan Mustafa tertuju pada kata-kata Tuan Fatah “Drama yang besar kadang mempunyai ‘pembukaan’ yang besar pula.”, saat itu jam tangan Tuan Mustafa menunjukkan pukul 17:30 dan di lantai bawah Smary sedang bersiap-siap untuk keluar kelihatannya dia akan berbelanja kebutuhan mingguannya.
Sesaat setelah kepergian Smary Miss Fernandez masuk kedalam kamarnya, Tuan Mustafa kembali mengingat-ingat percakapannya dengan Smary semalam dan pikirannya tertuju pada senjata terbaru milik AD yang membuatnya berlari menuju kamar Miss Fernandez dan tepat di depan kamar tersebut Tuan Mustafa sudah merasakan hawa dingin yang tentunya keluar dari AC Miss Fernandez – berkisar diantara 16-18 celcius, dengan suara penuh ketakutan Tuan Mustafa menyuruh Benjamin – seorang pelayan Miss Fernandez mendobrak kamar Miss Fernandez, bau gas menyengat yang keluar dari dalam AC menusuk hidung mereka, sambil menutup hidung mereka dengan pakaian tiba-tiba Benjamin tertunduk lemas ketika melihat Miss Fernandez terbujur kaku sudah tak bernyawa.
Seketika Tuan Mustafa keluar dan mengambil HP yang tersimpan di kantungnya, lalu menelepon Smary “Tuan Mustafa, sepertinya anda telah mengetahui yang terjadi.”, Smary berucap “apa yang kau lakukan ?’, balas Tuan Mustafa dengan suara membentak “oh..iya katakana pada mereka yang ada di rumah dan kekasihku aku sudah menyusul ibu ku… BANG….” Terdengar suara tembakan di seberang telepon “Halo…Halo..?”, desak Tuan Mustafa mengharap ada jawaban dari seberang telepon “Tut…Tut…” Suara terputus.
Sehari selepas itu Tuan Mustafa pulang dengan penyesalan setelah menyelesaikan masalah tersebut di kantor Polisi.
Sabtu, 31 Oktober 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar