Bismillahirahmannirahim
Malam itu aku menghabiskan waktu bersama tuan Mustafa , “hari ini adalah hari yang paling buruk,”ungkap tuan Mustafa.”Apa yang membuat hari ini begitu suram bagimu ?”sanggah ku.
”Begini, tepatnya tadi siang....”Assaamu alaikum,”tiba-tiba sesorang memberi salam dari luar , lalu dengan secepatnya aku mambuka pintu tersebut, terlihat seorang pria yang bertubuh besar dengan paras yang lumayan tampan “Assalamu alaikum – Akhi, bolehkah saya meminta tolong?” ucapnya. “Apa yang bisa saya bantu?” jawabku. “mobil saya diluar sedang rusak, sekarang berada di bengkel dan cukup dingin jika saya b. “Oh.. tentu saja silahkan masuk, rumah ini terbuka untuk anda” kataku, sebagai seorang muslim sudah sewajarnya saya menolongnya.
Saya mempersilahkan dia duduk bersama kami berdua “Siapa nama anda saudara ?” tanya tuan Mustafa. “Fatah - Abdul Fatah , tapi saudara sekalian bisa memanggil saya Fatah”jawabnya.
”Oh... iya tunggu sebentar tuan Fatah”aku menyela pembicaraan mereka. Sekitar 5 menit kemudian aku kembali dengan membawa secangkir teh hangat “Silahkan, pasti sekarang anda cukup kedinginan setelah berada di luar cukup lama”sembari menyodorkan minuman tersebut. “Sukron kasiran, sepertinya kalian berdua sedang berdiskusi, boleh saya ikut ?” dia bertanya dengan gaya bicara yang penuh kesopanan.
“Oh.. iya tentu saja, begini tuan Fatah apa tadi pagi anda membaca koran?” tanya tuan Mustafa sembari memulai diskusi kembali. “Yah.. saya membaca koran pagi ini” jawab Tuan Fatah. ”Begini.. Ada sebuah berita mengenai kasus pembunuhan seorang jutawan Inggris Sir Arnold D. Newgate , yang dibunuh oleh salah seorang pembantunya lebih tepat saya sebut koki pribadinya, Marshall Von Jose, seorang pria berkebangsaan Belanda” lanjut Tuan Mustafa
“Ah.. iya saya sempat membacanya, Ada apa dengan kasus itu?” ucap Tuan Fatah sembari membalas tatapan Tuan Mustafa yang penuh emosi “ Saya bersahabat cukup baik dengan Sir Arnold dan saya sering berkunjung ke rumahnya, saya juga cukup mengenal baik para keryawan yang bekerja di rumahnya jumlah mereka ada tiga orang pertama adalah seorang pelayan pribadi yang mengurus hampir seluruh keperluan Sir Arnold mengantarkan makanan ke kamarnya tiap pagi, mengurus pakaiannya, membersihkan kamar Sir Arnod-segalanya, yang kedua adalah seorang dokter pribadi Sir Arnold yang mengurus masalah kesehatan Sir Arnold maklum Sir Arnold sudah cukup tua dan mempunyai cukup banyak masalah kesehatan dan yang saya tahu kabarnya dokter pribadinya tersebut adalah seorang dokter ahli lulusan Harvard kabarnya dia digaji sekitar $ 50.000 per tahun dan merupakan salah satu dokter yang terkeenal di Jerman kalau saya tidak salah namanya Erwin Krieg dan yang terakhir seperti yang saya sebutkan sebelumnya seorang koki berkebangsaan Belanda dia adalah orang yang sangat ramah” Tuan Mustafa berhenti sejenak.
“yah.. seperti yang kita ketahui Don’t judge the book from the cover , tapi tolong ceritakan bagaimana Sir Arnold itu ?” ucap Tuan Fatah.
“Dia adalah orang yang sopan layaknya para bangsawan Inggris dan yang kutahu dia merupakan seorang tuan tanah yang ‘besar’ namun dia tidak punya sanak famili yang tersisa, dia juga tidak menikah-oh iya satu hal yang paling istimewa dari sifatnya dia sangat disiplin dan berhati-hati bahkan kabarnya dia melakukan pemeriksaan rumah satu kali satu bulan katanya untuk menjaga keamanan dia bahkan setiap malam mengecek pintu di rumahnya, jadi sepertinya tidak mungkin ada orang dari luar yang masuk ” jawab Tuan Mustafa.
“Jadi anda sebelumnya mengikuti persidangan tersebut ?”tanya Tuan Fatah.”ya begitulah, jadi begini ketika di persidangan pengadilan mengeluarkan dua orang saksi yaitu si pelayan setia Sir Arnold dan dokter pribadi namun hal tersebut tidak mempengaruhi hasil persidangan karena pisau si koki tertancap di tubuh Sir Arnold dan terdapat sidik jari nya di pisau tersebut” Tuan Mustafa menjawab dengan sedikit kecewa.
“apa tidak ada hal menarik yang terjadi padapernyataan para saksi ?” sekali lagi tuan Fatah bertanya. “oh..iya ada tapi tidak terlalu berpengaruh pernyataan sang Dokter pernah terjadi sedikit kebakaran kecil di ruangannya yang merusak beberapa alat kedokterannya salah satunya adalah sarung tangan plastik miliknya, namun karena di kamarnya menggunakan alat sensor panas jadi kebakaran tidak membesar”jelas Tuan Mustafa. “kebakaran atau disengaja terbakar ?”Tuan Fatah bertanya dengan sedikit dibumbui tatapan yang memancing Tuan Mustafa.”maksud anda ada orang yang membakar peralatan tersebut ?”tanya Tuan Mustafa .Tuan Fatah kembali memandang TuanMustafa dengan pandangan yang menantang pikiran Tuan Mustafa.
“ah iya anda benar, jika itu terbakar harusnya sensor panasnya akan bereaksi sesaat setelah sumber panas itu muncul bahkan api tersebut tidak akan sempat membakar sesuatu, kecuali jika ada seseorang yang dengan sengaja membuat api tersebut menyala, tapi buat apa ?”Tuan Mustafa menjelaskan dengan penuh semangat.
“mungkin untuk mengambil barang yang diperlukan, sarung tangan plastik itu misalnya ?”sekali Tuan Fatah berbicara dengan gaya yang ‘memancing’.”ya.. anda benar , tapi sekali lagi untuk apa dia mengambil sarung tangan tersebut ?”Tuan Mustafa bertanya dengan sedikit kebingungan.”mungkin akan dipakai sang pelaku untuk menutup jejaknya, pelaku adalah orang yang cukup cerdas dia tahu bahwa pisau yang akan dia gunakan untuk membunuh adalah alat yang sering digunakan oleh si koki jadi kemungkinan di pisau tersebut terdapat banyak sidik jari sang koki dan karena dia memakai sarung tangan tersebut maka tidak mungkin sidik jarinya akan tertinggal di pisau tersebut”jelas Tuan Fatah.”ya anda memang benar dan saya sangat setuju, tapi ada satu hal yang membuat saya bingung bagaimana cara pelaku bisa masuk kedalam ruangan tersebut ?, seperti yang kitaketahui Sir Arnold selalu mengunci pintunya “ tanya tuan Mustafa.”dengan menggunakan kunci kamar tersebut mungkin ?”ucap Tuan Fatah.”Iya- dengan begini jelaslah semuanya sang pelaku membakar peralatan sang dokterdengan tujuan mengambil sarung tangan plastik sang dokter untuk menutup sidik jarinya pada saat membunuh lalu pada esok malamnya masuk ke kamra Sir Arnold secara sembunyi-sembunyi dengan menggunakan kunci kamar cadangan Sir Arnold dan membawa pisau yang penuh dengan sidik jari sang koki sehingga jika terjadi pemeriksaan maka jelaslah polisi akan mengganggap sang koki sebagai pelaku, jadi satu-satunya orang yang bisa melakukannya Cuma sang pelayan pribadi...ah Eureka”teriak Tuan Mustafa dengan semangat yang menggebu.”tapi ada satu hal yang masih mengganjal di pikiranku, yaitu motif si Pelaku ?”tanya Tuan Mustafa.”oh iya tentu saja motif adalah hal yang penting, kalau menurut saya mungkin dengan melihat kondisi Sir Arnold yang sebatang kara dengan harta yang sangat banyak, maka mungkin sang pelaku sudah tidak sabar lagi apalagi jika dia merupakan orang terdekatnya, seperti yang saya katakan Don’t judge the book from the cover”jawab Tuan Fatah.”anda benar sekali, hal ini tentu akan mengejutkan para polisi tersebut yah mereka Cuma menarik kesimpulan dari satu kejadian, besok aku akan menjelaskan pada mereka “ucap Tuan Mustafa dengan penuh semangat.
“ah iya sepertinya mobil saya sudah selesai diperbaiki , terima kasih atas keramahan saudara, Assalamu alaikum”ucap Tuan Fatah, lalu dia pergi dan menghilang dalam kegelapan malam.
( karya yang saya buat ini gaya penulisannya di sadur dari gaya penulisan Agatha Christie, tapi orisinalitas idenya terjamin koq 100 % halal)
Sabtu, 17 Oktober 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar