بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمـَنِ الرَّحِيمِ
Hari ini Tuan Mustafa sedang bersantai di depan rumahnya sambil menikmati indahnya langit biru, tiba-tiba dia mendengar suara yang sangat dikenalnya suara halus dari sebuah Roll Royce yang harganya tentu saja diatas $ 200.000 .
Setelah mobil tersebut masuk ke pekarangan rumahnya barulah dia tahu bahwa mobil itu milik seorang wanita yang namanya sudah tidak asing lagi di telinga Tuan Mustafa, dia adalah Fernandez Madison Gonzales seorang mantan model paling terkenal di Spanyol pada
zamannya, sangat cantik bertubuh ramping, kulit yang sangat halus dan putih, wajahnya sangat khas susunan tulang wajahnya membuat dia terlihat anggun walau menggunakan apapun bahkan sampai saat ini walaupun dia sudah berumur sekitar 55 tahun.
Seorang pria dengan pakaian rapi datang mengantarkan surat pada Tuan Mustafa, “Mustafa, Kau adalah partner suamiku dan kami sudah menganggap-mu sebagai keluarga. Tentunya kau sudah tahu 3 hari lagi adalah Ulang tahun pernikahan kami jadi aku berharap kau dapat berkunjung ke rumahku aku sudah menyiapkan kamar bagimu ”tulis Miss Fernandez dalam surat tersebut.
Esoknya Tuan Mustafa segera menyiapkan barang-barang yang dibutuhkan dan segera berangkat ke rumah Miss Fernandez, perjalanan tersebut memakan waktu sekitar 3 jam dengan kereta, rumah tersebut terasa sangat sunyi karena yang tinggal di situ hanya Miss Fernandez, seorang anaknya yang lumpuh dan beberapa pelayan yang mengurus rumah tersebut.
Sekitar lima belas tahun yang lalu dia ditinggal mati oleh suaminnya Erwin Ritchoven disebabkan karena kecelakaan pesawat dan seorang bayi mereka yang baru berumur 1 tahun juga ikut menjadi korban, semenjak kejadian tersebut dia mulai mengalami gangguan jiwa dan bersifat sangat protektif pada anak angkat mereka satu-satunya Smary Slatinov umurnya sekitar 22 tahun, kabarnya Smary diangkat karena selama 8 tahun pernikahan mereka tak dikaruniai anak.
Smary merupakan pria yang baik, keturunan Polandia, dia diangkat sebagai anak mereka dan diambil dari sebuah panti asuhan yang mengurus anak-anak korban perang
Smary adalah seorang lulusan teknik dari salah satu Universitas ternama Jerman, dia sempat bekerja di AD Jerman selama 6 bulan, tetapi karena kesalahan teknis dalam pengujian senjata mengakibatkan ledakan yang merengut kaki kirinya dan membuat dia harus keluar dari AD, kabarnya dia baru keluar dari rumah sakit satu bulan yang lalu.
Satu hari sebelum acara rumah tersebut sangat sibuk, bukan hanya disibukkan oleh acara perayaan ulang tahun pernikahan Miss Fernandez tetapi hari tersebut akan menjadi acara special bagi Smary, karena hari itu Smary akan membawa calon istrinya untuk dipertemukan dengan Miss Fernandez.
Hari yang dinanti telah tiba, para tamu undangan telah tiba dan berbagai jenis mobil telah diparkir di halaman BMW, Limousine, Range Rover berbagai jenis mobil mewah diparkir dengan rapi dan teratur. Orang yang dinantikanpun telah tiba wanita yang sangat cantik, bertubuh ramping, wajahnya sangat cantik dan dengan anggun Ia berjalan bersama Smary menemui Miss Fernandez, pembicaraan terlihat berlangsung cukup hangat di antara mereka.
“oh, permataku…permataku hilang sesorang telah mencurinya”, teriak Miss Fernandez di akhir acara. Keadaan menjadi panik para tamu Undangan pun mulai digeledah, satu persatu barang bawaan mereka diperiksa tas, jaket, kantong-kantong mereka, lalu secera mengejutkan sang pelayan menemukan permata tersebut di dalam tas pasangan Smary. “Bukan. Bukan aku yang mengambil sungguh”, ucapnya dengan ekspresi penuh ketakutan terpancar dari wajahnya. Tuan Mustafa meihat kejujuran dari wajahnya dan yakin bahwa bukan dia pelakunya, tetapi wanita tersebut telah dibawa keluar.
Di tangah keributan tersebut tiba-tiba Tuan Mustafa tepaku pada satu tempat yang cukup gelap dan melihat sesosok bayangan pria dengan paras yang sangat dikenalnya – Tuan Fatah –¬¬ Tuan Mustafa tahu bahwa kehadiran Tuan Fatah berarti akan ada keadilan yang mesti dibukan dan diperlihatkan pada dunia.
Jumat, 23 Oktober 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar